Kontributor : Yusti Muslimawati

Hari Film Indonesia ditetapkan pada tanggal 30 Maret 1950 bukan tanpa alasan. Hari tersebut merupakan hari pertama perekaman gambar film yang pertama kali diproduksi oleh Indonesia setelah menjadi negara merdeka. Film pertama produksi anak bangsa tersebut berjudul Darah dan Doa (The Long March). Sang sutradara sekaligus produser, Usmar ismail, pun diangkat sebagai Bapak Perfilman Nasional. Film Darah dan Doa mengangkat kisah perjalanan panjang prajurit Divisi Siliwangi RI yang diperintahkan kembali dari Yogyakarta ke pangkalan semula di Jawa Barat. Perjalanan Panjang ini diakhiri dengan diakuinya kedaulatan Republik Indonesia secara penuh.

Ilustrasi pasukan Divisi Siliwangi beristirahat di tengah perjalanan Long March. Sumber: www.youtube.com/

Kisah perjalanan (Long March) Pasukan Siliwangi yang diangkat dalam film Darah dan Doa merupakan kisah nyata yang terjadi di tahun 1948 saat Belanda menjatuhkan ibu kota perjuangan saat itu, Yogyakarta. Pangkalang Udara Maguwo dilumpuhkan Belanda dalam Agresi Militer Belanda. Yogyakarja pun dikuasai dan Presiden Soekarno serta Wakil Presiden Hatta ditangkap dan dibuang ke Ende.

Panglima Besar Jenderal Soedirman yang rupanya sudah jauh – jauh hari mempersiapkan strategi untuk menghadapi situasi ini, memerintahkan seluruh pasukan yang berasal dari “daerah federal” ber-wingate (menyusup kembali ke daerah asalnya) dan membentuk kantong – kantong gerilya, sehingga seluruh pulau Jawa akan menjadi satu medan perang gerilya yang besar. Perintah ini diberi sandi “Aloha”. Begitu Maguwo diserbu, sandi “Aloha” langsung disebar. Para pasukan ini bergerak dalam senyap karena sergapan Belanda bisa terjadi tanpa terduga.

Divisi Siliwangi ber-wingate kembali ke Jawa Barat. Dalam perjalanan itu sejauh sekitar 600 km itu, ikut serta pula para anak – istri para prajurit yang sebelumnya menyusul “hijrah” dari Jawa Barat ke Yogyakarta sebagai konsekuensi dari perjanjian Renville. Namun medan yang dilalui pasukan ini bisa dibilang tidak masuk akal. Mereka bergerilya di hutan – hutan gelap, menyeberangi sungai, melewati bukit – bukit, bahkan tak jarang berpapasan dengan hewan buas. Bahkan ada beberapa anak dan istri prajurit yang menjadi korban, hanyut saat melawati sungai yang sedang banjir. Dalam wingate pasukan harus memenuhi kebutuhan logistik sendiri, dan ini menjadi lebih sulit karena di sejumlah lokasi pasukan ini tidak diterima oleh penduduk setempat. Kondisi ini membuat anggota pasukan Divisi Siliwangi kebingungan karena tidak diterima di wilayah operasinya sendiri. Begitu menderitanya perjalanan wingate sehingga kadang pasukan, keluarga, dan pengungsi pecah tercerai-berai, bahkan ada perwira-perwira yang tidak kuat lagi menahan penderitaan dalam wingate sehingga menyerah pada musuh.

Di tengah perjalanan, pasukan juga sempat dihadang oleh laskar Hizbullah dan Sabilillah yang merupakan pasukan dibawah DI/TII. Mereka menawarkan pasukan Divisi Siliwangi untuk bergabung dengan perjuangan pasukan DI/TII agar bisa kembali dan diterima oleh penduduk Jawa Barat. Ajakan tersebut ditolak oleh pasuka Divisi Siliwangi yang memilih mengabdi pada kesatuan bangsa Indonesia.

Tidak cukup kondisi alam yang menjadi rintangan, di belakang mereka pasukan Belanda yaitu pasuka serdadu KNIL terus membuntuti. Mereka kemudian dijuluki “Anjing Nica”. Hingga suatu malam, kedua pasukan terlibat pertempuran sengit yang berujung dengan tertangkapnya Panglima Siliwangi Daan Yahya dan Komandan Batalyon. Sisa pasukan terus melanjutkan perjalan hingga sampai di kampung halaman, Jawa Barat.

Referensi :

Hakim, Fauzan Manaanul. 2017. “Peranan Batalyon 306 Divisi Siliwangi dalam Penumpasan Gerakan DI/TII di Garut Tahun 1950 – 1962”. Ringkasan Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial, UNY, Yogyakarta

Pratomo, Yulistyo. 2016. https:www.merdeka.com/peristiwa/long-march-tni-kisah-siliwangi-vs-anjing-nica.html (akses 28 Maret 2021)

Sapto, Ari. 2013. “Perang, Militer dan Masyarakat : Pemerintahan Militer pada Masa Revolusi dan Pengaruhnya pada Indonesia Kini”. Sejarah Budaya, Tahun ketujuh, Nomor 1 : 18 – 33

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Buka Chat
Hubungi Kami