Kontributor : Yusti Muslimawati

Dengan Alkitab di tangan kiri dan kemudi di tangan kanan, John Lie menembus blokade Belanda. sumber: merahputih.com

Jahja Daniel Dharma, purnawirawan TNI AL berdarah Tionghoa yang lebih dikenal dengan nama John Lie Tjeng Tjoanatau John Lie. Sejak belia hidupnya tidak lepas dari  laut. Berawal dari menjadi seorang buruh di Pelabuhan Tanjung Priok, John Lie dengan kegigihannya berhasil mewujudkan cita – cita menjadi pelaut pada usia 18 tahun sebagai kelasi dan stuurman (pengemudi) di KPM milik perusahaan pelayaran Belanda.

Pada saat bertugas di Cilacap tahun 1942 – 1945, John Lie sempat menjadi tenaga bantuan bagi Angkatan Laut Inggris untuk menyalurkan perbekalan kepada kapal – kapal sekutu yang melakukan pelarian dari serdadu Jepang. Selama membantu sekutu itulah, John Lie mempelajari berbagai macam senjata api dan taktik perang laut. Pada tahun 1946 setelah bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), John Lie kembali ke Pelabuhan Cilacap dengan mengemban tugas membersihkan ranjau – ranjau laut yang ditanam Jepang untuk menghadapi pasukan sekutu.

Pada bulan Juli 1947, John Lie berlayar menuju Singapura dengan kapal Empire Tenby. Pelayaran John Lie menuju Singapura ini menjadi awal sejarah John Lie sebagai penembus blokade Belanda. Sebagai Komandan kapal, John Lie bertugas menyeludupkan alat persenjataan dan perlengkapan perang yang dibutuhkan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Nama John Lie menjadi lebih dikenal setelah aksi – aksi heroiknya dalam misi penyeludupannya dengan kapal The Outlaw yang dimulai pada September 1947. John Lie dengan kapalnya tersebut berjuang menembus blokade Belanda di perairan Indonesia, menuju perairan Selat Malaka dan Thailand, membawa hasil bumi dari Sumatera untuk ditukarkan dengan uang dan senjata. Uang dan senjata itu lalu dia serahkan pada gerilyawan Tentara Nasional Indonesia. Aksi heroik ini dia lakukan paling tidak lima belas kali, namun dengan kemampuannya John Lie selalu berhasil lolos dari patroli Belanda dan selamat dari gelombang samudera yang relatif besar untuk ukuran kapal yang dia gunakan. Aksi John Lie Bersama The Outlaw berulangkali menerobos blokasi Belanda ini menggemparkan dunia lewat siaran radio BBC dan All Indian.

John Lie tetap melanjutkan kiprahnya di ALRI meski kekuasaan Belanda di Indonesia telah berakhir. Pada periode 1950-an, John Lie terlibat dalam berbagai operasi militer menumpas gerakan – gerakan pemberontakan di berbagai daerah seperti RMS di Maluku, PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi.

John Lie mengakhiri pengabdiannya di TNI AL dengan pangkat terakhir Laksamana Muda. John Lie kemudian meninggal pada 27 Agustus 1998 dan diberikan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Soeharto. Pada tahun 2009, John Lie dianugerahi gelar pahlawan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hal tersebut menjadikan John Lie sebagai orang Tionghoa Pertama yang mendapat gelar Pahlawan Nasional di Indonesia.

Sumber :

Matanasi, Petrik. 2019. Sejarah Hidup John Lie, Penyeludup Sekaligus Penyelamat Republik. www.tirto.id/ sejarah-hidup-john-lie-penyeludup-sekaligus-penyelamat-republik-cvGQ (diakses tanggal 23 Februari 2021)

Noviandania, Ria, Kayan Swastikab, dan, Sri Handayani. 2017. The role of admiral john lie in an effort to maintain and fill the independence of Indonesia in 1946 – 1967. Jurnal Historica ISSN No. 2252-4673, Volume 1, Issue. 2. Rahayu, Sugeng. 2011. Semangat Patriotisme John Lie. Majalah Veteran Vol. I No. 6 Hal. 24-27

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumber :

Matanasi, Petrik. 2019. Sejarah Hidup John Lie, Penyeludup Sekaligus Penyelamat Republik. www.tirto.id/ sejarah-hidup-john-lie-penyeludup-sekaligus-penyelamat-republik-cvGQ (diakses tanggal 23 Februari 2021)

Noviandania, Ria, Kayan Swastikab, dan, Sri Handayani. 2017. The role of admiral john lie in an effort to maintain and fill the independence of Indonesia in 1946 – 1967. Jurnal Historica ISSN No. 2252-4673, Volume 1, Issue. 2. Rahayu, Sugeng. 2011. Semangat Patriotisme John Lie. Majalah Veteran Vol. I No. 6 Hal. 24-27

Buka Chat
Hubungi Kami