Kontributor : Yusti Muslimawati, S.S

 

Jakarta, dataran rendah dengan kurang lebih 40% bagiannya bahkan berada di bawah permukaan laut. Masalah air menggenang, rawa-rawa, sulitnya air bersih, banjir, sudah melekat pada Jakarta sejak dulu. Bahkan 15 abad lampau, fenomena banjir sudah disebut dalam Prasasti Tugu semasa Purnawaman memimpin Kerajaan Tarumanegara.

Berabad-abad setelah zaman Purnawarman, pendatang-pendatang asing justru tertarik pada wilayah yang dulunya bernama Jayakarta atau Batavia, yang letaknya di muara Ciliwung ini. Sejak masa pendudukan bangsa asing 400 tahun lalu, tercatat rentetan fenomena banjir pernah menerjang Jakarta.

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *