School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Dokter Bumi Putera menjadi tempat berkumpulnya pemuda-pemuda pribumi yang cerdas dan berwawasan luas. Belajar dan diskusi dengan tema yang beragam menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Penderitaan masyarakat akibat penjajahan sering dijadikan sebagai tema diskusi, sehingga dalam diri mereka mulai tumbuh semangat untuk membebaskan masyarakat dari belenggu penjajahan.

Kunjungan Dokter Wahidin Soedirohusodo pada Desember 1907, menguatkan tekad pelajar STOVIA untuk mendirikan organisasi sebagai wadah perjuangan. Rencana mendirikan organisasi disosialisasikan oleh Soetomo ke pelajar STOVIA lainnya untuk mendapatkan tanggapan dan dukungan. Mayoritas pelajar STOVIA setuju untuk mendirikan organisasi sebagai sarana untuk mengejar kemajuan masyarakat bumi putera. Surat pemberitahuan dan permintaan dukungan terhadap rencana pendirian organisasi dikirimkan juga ke pelajar-pelajar dari sekolah lain yang ada di Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Magelang.

Pada Hari Rabu, 20 Mei 1908 jam 9 pagi, pelajar STOVIA dibawah pimpinan Soetomo berkumpul di ruang anatomi untuk musyawarah mendirikan organisasi dan kepengurusannya. Goenawan Mangoenkoesoemo menggambarkan peristiwa tersebut dalam buku Sumbangsih sebagai berikut:

Tepat pukul 9 pagi semua sudah berkumpul. Pemuda Soetomo mulai bicara dan menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan pagi itu. Beliau mengemukakan gagasan dan cita-citanya secara singkat, terang dan jelas. Selesai Soetomo bicara reaksi dari peserta hebat sekali. Semua tepuk tangan gegap gempita, tanda setuju sepenuhnya. Gagasan Soetomo dan teman-teman berhasil. Didirikanlah saat itu juga perkumpulan Boedi Oetomo, organisasi modern pertama dalam sejarah bangsa Indonesia dengan ketua Soetomo.

Pemilihan nama Boedi Oetomo menjadi nama organisasi, berdasarkan usulan dari Soeradji Tirtonegoro. Nama tersebut berasal dari ucapan Soetomo saat mengantarkan Dokter Wahidin Soedirohoesodo yang akan melanjutkan perjalanan mensosialisasikan dana belajar ke Banten. Soetomo mengatakan “Meniko satunggaling pedamelan ingkang sae, nelakaken budi ingkang utami.

Pendirian organisasi Boedi Oetomo dilengkapi dengan susunan kepengurusan yang terdiri dari :

Ketua                          : Soetomo

Wakil Ketua                : Mohamad Soelaiman

Sekretaris I                  : Gondo Soewarno

Sekretaris II                : Goenawan Mangoenkoesoemo

Bendahara                   : R. Angka Prodjosoedirdjo

Komisaris                    : Moehamad Saleh, Soeradji Tirtonegoro, Soewarno, Goembrek

Categories: Artikel

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *