Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Museum Kebangkitan Nasional menyelenggarakan Diskusi yang berjudul “Milenial Sebagai Pahlawan Masa Depan”, pada Jumat 23 November 2018. Diskusi ini berlangsung di Auditorium yang dilanjuutkan dengan makan malam dan ramah-tamah di cafe STOVIA Museum Kebangkitan Nasional pukul 15.00 s.d 20.00 WIB. Diskusi kali ini menghadirkan dua pembicara yaitu Rocky Gerung dan Ubedillah Badrun, dengan moderator Juniawan Dahlan.

Tema milenial diambil karena sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, globalisasi yang beriringan dengan modernisasi menyebar ke seluruh penjuru dunia menjadi proses yang tak terelakkan pada saat ini. Globalisasi yang didorong oleh teknologi informasi dan komunikasi mengaburkan batas-batas tradisional yang membedakan bisnis, media dan pendidikan, merombak struktur dunia usaha, mendorong pemaknaan ulang perdagangan dan investasi, kesehatan, hiburan, pemerintahan, pola kerja, pola produksi bahkan pola relasi antarmasyarakat dan antarindividu. Manusia dizaman ini dituntut untuk unggul dalam teknologi, informasi, dan komunikasi.

Manusia di zaman ini biasa kita sebut sebagai generasi millenial, yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000-an, generasi ini juga seringkali disebut generasi Y. Generasi millennial dewasa ini tidak hanya unggul dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, kaum muda ini kini mulai menjadi trendsetter dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Generasi Milineal ini tercatat banyak berperan dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial politik, dan IPTEK. Begitupun dengan bangsa ini yang dibentuk milenial pada masa itu, seperti pendiri Boedi Oetomo, Soekarno, Hatta, Syahrir dan lain-lain, hari inipun kaum milenial Indonesia dapat menjadi pahlawan bangsa.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *