Museum Kebangkitan Nasional mengadakan kegiatan diskusi dengan tema “Museum sebagai Sumber Pembelajaran” pada tanggal 31 Agustus 2018. Peserta yang diundang berasal dari guru SMA, pegawai museum dan komunitas. Pembicara diskusi adalah Moh. Shobirienur Rasyid (Guru Sejarah SMA Lab School Jakarta) dan C. Musiana Yudhawasthi (Pendiri Komunitas Jelajah). Moderator diskusi adalah Dimas Eka Nugraha (Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia).

Moh. Shobirienur Rasyid menyampaikan materi diskusi dengan makalah yang berjudul “Museum sebagai Pusat Sumber Belajar”. Tujuan pembelajaran sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial bagi siswa adalah untuk memberi pengetahuan siswa tentang kehidupan masyarakat pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang serta mengembangkan keterampilan siswa untuk mencari dan mengolah informasi. Salah satu tempat yang dapat dijadikan informasi oleh siswa adalah museum. Untuk lebih mempererat hubungan antara sekolah dengan museum diperlukan kerjasama yang baik antara guru sejarah/IPS dengan edukator museum dan peserta didik dengan layanan museum.

C. Musiana Yudhawasthi menyampaikan materi diskusi dari makalah dengan judul “Museum sebagai Media dan Sumber Pembelajaran”. Sumber belajar dari segi pemanfaatannya terdiri dari dua jenis, yaitu: sumber belajar yang didesain dan sumber belajar yang tinggal pakai atau dimanfaatkan. Museum adalah contoh sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa. Siswa dapat memanfaatkan keberadaan museum sebagai tempat untuk mengolah informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan sejarah. Selain itu, siswa juga mendapatkan kesenangan atau kepuasan dengan berkunjung ke museum.

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *