Jumat, 15 Mei 2020 - 10:23:00 WIB
Pendar Nyala Kebangkitan Nasional di Kota Surakarta
Diposting oleh : Muskitnas
Kategori: Artikel - Dibaca: 332 kali

Kita sudah tahu bahwa pendirian Boedi Oetomo yang menjadi tonggak Kebangkitan Nasional berlangsung di gedung STOVIA (sekarang Museum Kebangkitan Nasional), namun tahukah kamu kalau bangsa kita juga mengabadikan Kebangkitan Nasional dalam bentuk tugu? Ada di mana ya? Yuk baca artikel ini!

Kontributor: Swa S. Adinegoro untuk muskitnas.net

 

 

Tugu setinggi 9 meter ini juga dikenal sebagai Tugu Lilin, karena bentuknya menyerupai sebatang lilin yang menyala. Mulai didirikan pada bulan Desember 1933 dan selesai pada bulan Oktober 1934, pembangunannya dipimpin oleh KRT Woerjaningrat dari Pengurus Besar Boedi Oetomo. Dalam pelaksanaan pembangunannya, KRT Woerjaningrat dibantu oleh panitia yang beranggotakan tujuh orang. Arsiteknya bernama Ir. Soetedjo.

Gagasan pembuatan tugu ini berawal dari Kongres Indonesia Raya I yang bertempat di Gedung Nasional Indonesia, Surabaya (sekarang Museum dr. Soetomo) pada tahun 1931. Dalam kongres tersebut disepakati bahwa untuk memperingati 25 tahun berdirinya Boedi Oetomo akan didirikan sebuah monumen, yang pembangunannya diserahkan kepada Pengurus Besar Boedi Oetomo. Awalnya, tugu ini akan didirikan di kota besar seperti Batavia atau Surabaya, namun gagal karena tidak mendapat izin dari pemerintah kolonial. Pada akhirnya, Tugu Kebangkitan Nasional dapat didirikan di Surakarta atas perkenan dari Sri Susuhunan Pakubuwono X, raja Surakarta. Lokasi pendiriannya adalah pada halaman Neutraale Schakel School (sekarang SMK Murni 1 Surakarta). Dalam pembangunannya, dikabarkan bahwa di bawah tugu juga ditanam bongkahan tanah yang sengaja dikumpulkan dari berbagai penjuru Indonesia.

Meskipun sudah direstui oleh sang raja, pembangunan tugu ini tidak lepas dari hambatan politis. Pemerintah kolonial terutama merasa was-was dengan keseluruhan pembangunan tugu tersebut, karena kuatir akan memicu pergerakan bangsa Indonesia untuk menentang mereka. Kekuatiran mereka bukannya tidak beralasan, karena prasasti yang sedianya ditempelkan pada tugu memuat tajuk “Toegoe Peringatan Pergerakan Kebangsaan Indonesia”. Belanda yang berang kemudian mendesak pelaksana pembangunan untuk mengubah kata-kata dalam prasasti menjadi “Toegoe Peringatan Kemadjoean Ra’jat Indonesia”.

 

Prasasti pada sisi sebelah barat Tugu Kebangkitan Nasional

(Sumber foto: Sistem Informasi Nasional Cagar Budaya Kemendikbud)

 

Setelah kemerdekaan, tugu yang kemudian dikenal sebagai Tugu Kebangunan Nasional ini tetap menjadi salah satu ikon kebangkitan nasional. Mulai tahun 1948, Kebangunan Nasional menjadi salah satu hari yang diperingati secara nasional. Istilah ‘Kebangunan Nasional’ akhirnya ditinggalkan dan berganti menjadi ‘Kebangkitan Nasional’ mulai tahun 1958. Pada tahun 1988, tulisan pada prasasti dikembalikan seperti ide awalnya, yaitu memperingati momen pergerakan kebangsaan Indonesia dengan berdasar pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908.

Pada tahun 1997 pemerintah Kota Surakarta menetapkan Tugu Kebangkitan Nasional sebagai Cagar Budaya. Statusnya kemudian naik menjadi Cagar Budaya tingkat nasional pada tahun 2017 atas keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini, Tugu Kebangkitan Nasional masih berdiri tegak dengan ‘api’nya yang menyala, seolah mengingatkan kita bahwa Kebangkitan Nasional adalah momen nasional yang tidak berhenti pada pendirian Boedi Oetomo di Batavia, melainkan menjelma sebagai sebuah spirit pergerakan yang menyebar ke seluruh penjuru Indonesia. 

Referensi:

Eryudhawan, Bambang (ed.). 2008. 100 Tahun Kebangkitan Nasional: Jejak Boedi Oetomo: Peristiwa, Tokoh dan Tempat. Jakarta: Badan Pelestarian Pusaka Indonesia.

Hera, Domini. Luputnya Kesadaran Kelas dalam Narasi Kebangkitan Nasional. Dimuat dalam laman terakota.id, 21 Mei 2018.

https://www.terakota.id/luputnya-kesadaran-kelas-dalam-narasi-kebangkitan-nasional/

Kusumo Dilogo, Suwitadi. Tugu Lilin dan Boedi Oetomo. Dimuat dalam laman SMK 1 Murni Surakarta, 16 Mei 2018.

http://smkmurni1surakarta.sch.id/html/index.php?id=artikel&kode=1

Muhtar, Omar. Tugu Lilin Surakarta Penjaga Api Semangat Kebangkitan Nasional.Dimuat dalam laman Direktorat Jenderal Kebudayaan, 19 Maret 2018.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/tugu-lilin-surakarta/

Sumber gambar pranala : BPCB Jateng via laman Direktorat Jenderal Kebudayaan



» Berita Terkait






Artikel (116)
Berita (24)
Kajian (7)
Kegiatan (0)
Publikasi (1)