Selasa, 13 Agustus 2019 - 09:26:07 WIB
Mencari Jejak Dokter Tjipto Mangoenkoesoemo di Ambarawa (Bagian 2)
Diposting oleh : Zulfa
Kategori: Kajian - Dibaca: 121 kali

Tjipto Mangoenkoesoemo lahir tahun 1886, adalah putra tertua dari sebelas bersaudara. Ayahnya seorang guru bahasa Melayu dalam Sekolah Dasar pribumi di Ambarawa, kemudian menjadi kepala sekolah pada sebuah Sekolah Dasar di Semarang, dan selanjutnya bekerja sebagai seorang pembantu administrasi pada Dewan Kota (Gemeente Raad).

Rumah keluarga Tjipto di daerah Ambarawa tanahnya luas dan sebagian besar disewa pabrik gula untuk ditanami tebu. Daerah ini pula yang merupakan salah satu daerah yang tertimpa kesengsaraan pada zaman Cultur Stelsel. Ketika bu Mangunkusumo mengandung anak pertamanya itu, pada suatu ketika ia mengatakan, bahwa kalau anak yang dikandungnya laki-laki, akan dinamakan Tjipto yang artinya "ciptaan'.

Menurut keterangan orang tuanya, semasa kanak-kanak, Tjipto sudah menunjukkan watak yang berkobar-kobar, melakukan perbuatan nakal, tetapi cerdas dan bersifat ksatria. Setelah Tjipto berumur enam tahun, oleh orang tuanya dia disekolahkan di Ambarawa. Tjipto bersekolah di Europeesche Lagere School dan tinggal pada keluarga Mangunwardoyo, yakni saudara sepupu Mangunkusumo. Umur 12 tahun Tipto lulus dari Europeesche Lagere School di Ambarawa dan mencoba mengikuti ujian Klein Ambtenaar (pegawai Pangreh Praja) dan lulus nomor satu. 

Berdasarkan informasi dari Bapak Priyono selaku juru kunci makam, diketahui bahwa rumah peninggalan Dokter Tjipto Mangoenkoesoemo masih ada di Ambarawa yang berada di Jalan Brigjend. Slamet Riyadi No. 28 Ambarawa. Rumah tersebut disewakan kepada tokoh masyarakat Ambarawa yang bernama Bapak Hok Hiong. Tim kajian mengunjungi rumah tersebut pada pukul 09.00 WIB, disana tim bertemu dengan pihak keluarga yang menyewa rumah Dokter Tjipto. Suasana rumah masih mempertahankan bentuk aslinya, meskipun ada beberapa bagian yang diganti karena sudah lapuk termakan usia.

Rumah ini sudah berpindah tangan sebanyak tiga kali, terhitung dari keluarga Dokter Tjipto, kemudian digunakan oleh adik iparnya yang bernama R. Minadi, hingga akhirnya disewakan secara berkala sepuluh tahunan kepada Bapak Hok Hiong dan saat ini digunakan sebagai rumah anaknya yang bernama Bapak Lambang. Keadaan rumah masih mempertahankan kayu-kayu lama pada saka penyangga rumah, kemudian atap rumahnya masih menggunakan anyaman bambu. Pintu dan jendela masih sama seperti keadaan awal, hanya ditambahkan teralis besi sebagai pengamanan.

Kemudian, dari keterangan pemilik rumah Dokter Tjipto, diketahui bahwa dahulu Dokter Tjipto pernah mendirikan sebuah sekolah Taman Siswa di Ambarawa. Berada di Jalan dr. Cipto Nomor 63 Kranggan, Ambarawa. Sekolah ini merupakan Taman Madya dan Taman Dewasa atau setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).



» Berita Terkait






Artikel (75)
Berbagi (1)
Berita (24)
Kajian (6)